A-IM
Architecture Information media
8-15 nov 07
Activities :
mading
majalah
web blog
website
jadilah terdepan dalam Informasi!
contact : heri 04
Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya Universitas Sebelas Maret Surakarta Indonesia
Unsur air dalam hunian rumah tinggal
[dikutip dari www.astudio.id.or.id]
Air adalah unsur kehidupan terpenting dalam hidup kita, dimana kita membutuhkan sejumlah cairan dalam tubuh agar metabolisme tetap terjaga dengan baik. Air juga unsur alam yang dapat menunjukkan tingkat sehat tidaknya sebuah area kehidupan manusia, misalnya air sungai, mata air, air minum dan sebagainya. Pendek kata, air adalah bagian dalam hidup yang tidak remeh.
Dalam hunian yang memadai, kolam renang dapat menjadi area pusat aktivitas kesehatan seperti berolahraga bagi seluruh keluarga. (foto: dok. astudio)
Dalam desain
sebuah hunian, air dapat menjadi penyegar yang menyehatkan lingkungan, serta dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan kesehatan dan rekreasi, misalnya menggunakan air dalam kolam renang sehingga kita bisa berolahraga, membuat kolam ikan yang segar, membuat air terjun buatan sehingga terdengar gemericik yang menyenangkan, dan sebagainya. Hal ini karena air adalah kebutuhan manusia yang sebenarnya sangat
mendasar, yaitu hubungan dengan alam.
Menghadirkan air dalam hunian dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membuat kolam renang, kolam ikan, pancuran, air terjun dan sebagainya. Pada saat ini berbagai macam kolam dengan berbagai tujuan dapat dibangun dengan semakin mudah, karena jasa pembuatan kolam dan taman sudah semakin menjamur.
Bila kita tidak memiliki lahan yang cukup atau dana cukup untuk membuat kolam renang, kita dapat menghadirkan unsur air dalam kolam ikan, atau pancuran sederhana. Hal ini dapat kita konsultasikan de
ngan pembuat taman atau kontraktor taman.
Kolam ikan relatif
mudah untuk dibuat, dan membuatnya tidak memerlukan waktu lama. Bila diinginkan, pada lahan yang masih kosong dalam area rumah kita bisa digunakan untuk kolam ikan. Kolam ikan bisa membawa suasana refreshing dalam rumah kita, misalnya bila kita melihat ikan-ikan berenang di kolam ikan, adakalanya perasaan kita semakin tenang dan sejuk, sehingga hal ini bisa menjadi terapi yang menyegarkan dalam rumah.
Gemericik air yang turun menuju kolam, menimbulkan suasana alami pedesaan ang menyegarkan. Betapa hebatnya bila dihadirkan dalam hunian Anda. (foto: dok astudio)
Kolam ikan juga dapat membuat tamu merasa lebih betah, apalagi bila dipadukan dengan suara gemericik air kolam, wah sepertinya tamu mungkin akan semakin betah. Seorang klien astudio mengatakan bahwa ia ingin menghadirkan kolam didekat ruang tamu sehingga tamu dapat memandang kolam ini dan merasa nyaman didalam ruang tamu. Tampaknya hal ini cukup berhasil.
Bahkan cara termudah untuk menghadirkan unsur air juga bisa dilakukan secara sederhana seperti contoh ini, yaitu gentong dan wadah air yang menimbulkan suara gemericik menyegarkan di area rumah ini. (foto: dok. astudio)
Pancuran sederhana dapat dihadirkan agar unsur air membuat bunyi dan musik alami yang segar dan membuat kita nyaman. Bayangkan bila kita sedang tiduran di sebuah bale taman dan terdapat bunyi gemericik air, sangat refreshing bukan!



Hai semua! Untuk pertama kalinya blog HMA ini diperatori oleh operator yang baru (temen2 dari bidang info pers HMA 07). Pada posting yang pertama ini kami ingin mengucapkan thx banyak buat temen2 HMA sebelumnya yang telah merintis adanya blog ini. Suwun yo mas…
Kemudian kami seneng banget kalo temen2 mau memberikan masukan buat kemajuan blog ini di masa mendatang. Kalo temen2 mau ngasih masukan apapun; kritik, saran, komentar (apa aja boleh) sementara ini bisa dikirim ke email operator (heri_kuch@yahoo.com) ato kalo mau ngomong langsung juga bisa, ini lho operatornya…. (liat poto)
Well, posting pertama ini cukup sekian, tunggu aja posting2 selanjutnya yang lebih ngarsitekturi. Bye
Wassalam,
H
Maaf maafff lamaaa gak uplott...wat a messs..tapi saya berjanji Insya Allah demi kemajuan endonesia raya akan segera uplot yang seru seru.....yupp..gw tunaikan kewajiban suci ngisi blog walo pake duit sendiri **husss***plakkk*** malah curhat oiii
pesen gw buka aja link2 heeebat pada konten "links" itu..gw jamin jooosss gandozz...awas kalo ga..brarti pada ga mau maju tuhhh...hoho...
thankzzz buat atensi kalian yakkk ..ganbatte nee... :)
cabutt...
Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (“Inilah Danau Toba”), kesan (“Suasana Senja di Danau Toba”), atau ungkapan emosi (“Jatuh Cinta di Danau Toba”). Pesan yang bagus adalah pesan yang jelas, tegas dan efektif. Tapi bagaimana?
Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin kita sampaikan. Itu bisa saja berupa seorang yang kita kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek adalah pusat (Point Of Interest) dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah kombinasi dua elemen – subjek dan context, foreground dan background – yang menceriterakan pesan tersebut.
Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan, kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar POI – biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk mendapatkan viewpoint yang lebih baik – dan membuat bidikan yang jelas dan bersih. Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan – menambahkan apa yang dia lukis – sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan – mengurangi bagian-bagian yang tidak perlu.
Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:
"Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain."
Apa yang Membuat Foto Luar Biasa?
Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: “Wow!”
Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan emosi. Bob Krist menyebutnya “The Spirit of Place.”
Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks. Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut? Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya, seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.
Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang, hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku, garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan halus bentuk tiga dimensinya. Kita, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue. Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?
Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan. Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan? Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan satu sama lain dari semuanya itu?
Sebagai seniman, kita dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the art kita. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang dibutuhkan, dan apa yang terbaik untuk menegaskan pesan kita.
Resep untuk foto luar biasa adalah:
“Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan”.
Apa yang Membuat Foto Eye-Catching?
Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4 kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.
Kesederhanaan : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya pada semangat komposisi secara keseluruhan.
Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:
kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik
memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom
anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop
Warna : Untuk menciptakan dampak pada foto adalah dengan mencari corak warna yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci – cobalah untuk mengurangi jumlah dan tipe warna dalam bidikan kita untuk lebih memberikan dampak. Secara umum, sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.
Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu terbaik sesuai dengan maksud foto kita:
jam 5 : Fajar : warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan pemandangan.
jam 6 : Sunrise : Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.
jam 10 – 14 : Tengah hari : tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.
jam 14 – 16 : Sore hari : Langit biru dengan polarizer.
jam 16 – 18 : Senja hari : Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.
jam 18 – 18.30 : Sunset : Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.
jam 18.30 – 19.30 : Magrib : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit masih nampak keunguan.
Cahaya : Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai foto seindah di “National Geographic”, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan – muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut “magic hours” di kalangan fotografer. (red_lihat rincian waktu)
Kedalaman : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan Depth Of Field, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.
Selamat mencoba!!!!
(Pilih sendiri mo photo yang mana….disesuaikan ma pembahasannya)

Great Design
Piramid Louvre
Bangunan apik yang dibahas kali ini adalah Piramid Louvre. Piramida Louvre adalah piramid kaca terbesar yang berada di depan museum Louvre di Paris. Piramid tersebut dibangun atas permintaan presiden Perancis waktu itu yang bernama Francois Mitterand, yang didesain oleh arsitek Cina kelahiran Amerika bernama Ieoh Ming Pei tahun 1989 yang merupakan salah satu dari proyek renovasi pertama dari Grand Louvre. Piramid tersebut mencapai tinggi 20,6 meter dan mempunyai sisi 35 meter. Piramid tersebut menutup pintu masuk ke museum yang lama dan membentuk pintu masuk yang baru ke museum.
Museum Louvre
Museum Louvre (Mus’ee du Louvre) di Paris, Perancis adalah yang terbesar dan yang paling terkenal di seluruh dunia. Bangunan tersebut dulu merupakan istana kerajaan yang berada di tengah-tengah kota Paris antara sungai Seine dan Rue de Rivoli.Tepatnya di 36 Quai du Louvre Paris Perancis 75001. Bagian dari istana kerajaan Louvre tersebut pertama kalinya dibuka kepada publik sebagai museum tanggal 8 November 1793, saat masa Revolusi Perancis.
Sejarah
Kerajaan pertama dari “Kastil the Louvre” di lokasi tersebut pertama kali dibangun oleh Philip Augustus pada tahun 1190 sebagai benteng untuk mempertahankan Paris bagian Barat melawan serangan bangsa Viking. Di abad 14, Charles V merubahnya menjadi istana seni, tetapi Francois I dan Henry II membongkarnya untuk membangun istana yang sesungguhnya Bagian yang terlihat sekarang dari Chateau du Louvre dibangun tahun 1546. Sang arsitek Pierre Lescot memperkenalkannya ke Paris sebagai desain baru dari zaman Renaissance, yang telah dikembangkan dalam Chateau of the Louvre. Selama masa pemerintahan Raja Henry IV (1589-1610) yang juga seorang penggemar seni, menambahkan Grande Galerie yang panjangnya lebih dari seperempat mil dan lebarnya seratus kaki. Louis XIII (1610-1643) dan raja Louis XIV menyempurnakan bagian sayapnya. Dibantu oleh arsitek Claude Perrault (1665-1680) menyajikan model untuk bangunan berkelas di Eropa dan Amerika yaitu gaya seni Baroque yang terkenal selama serabad-abad . Napoleon I membangun Arc de Triomphe du Carroussel (Bangunan Lengkung Kemenangan) dan Jardin du Carroussel di tahun 1805. Tahun 1852-1857 oleh Napoleon III menambahkan sayap baru di Louvre yang desainnya dibuat oleh arsitek Visconti dan Hector Lefuel yang menghadirkan versi Neo-Baroque Tahun 1989, Piramid kaca dibangun oleh I.M Pei di halaman utama museum Louvre.
Kontroversi
Konstruksi piramid membentuk suatu kontroversi yang terus diperbincangkan, banyak yang merasa bahwa wajah bangunan futuristik tersebut sungguh tidak pada tempatnya di depan Museum Louvre dengan wajah arsitektur klasiknya. Beberapa mencela ini merupakan Pharaonic complex (sifat sok raja / Pharaoh) dari Mitterand. Yang lain datang untuk menghargai penyejajaran perbandingan dari gaya arsitektur kontras sebagai penggabungan sukses antara kesan tua dan baru, klasik dan ultra modern.
Invention
Gereja Saint Jean de Montmartre
Bangunan Pertama Menggunakan Konstruksi Beton Bertulang
Penggunaan konstruksi beton bertulang pertama kali untuk bangunan, dalam sejarah perkembangan arsitektur digunakan oleh Joseph-Eugerne Anatole de Baudot (1834-1915) yang diterapkan dalam arsitektur Gereja Saint Jean De Montmartre di bagian utara dari Kota Paris. Pembangunan gereja dimulai pada tahun 1894 dan selesai pada tahun 1904. Cukup cepat bila dibandingkan dengan gereja-gereja klasik kuno yang masa perbangunananya membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun bahkan sampai ratusan tahun.
Selain sebagai pelopor penggunaan konstruksi beton bertulang, dekorasi gereja Saint Jean juga merupakan pelopor Art-Nouveau, pembaharuan seni baru masa itu. Aspek art-nouveau terdapat antara lain pada jendela-jendela kaca-timbal cukup lebar berderet pada sisi-sisi dan atas gereja, membuat suasana ruang dalam sangat mempesona bila ada cahaya alami menembus dari luar. Di beberapa bagian penting seperti misalnya sekitar pintu masuk utama, terdapat hiasan berupa mozaik bercorak abstrak art-nouveau. Daun pintunya sendiri juga dipahat membentuk relief dekoratif non figuratif, tidak berpola tanaman, bagian tanaman atau binatang. Ada beberapa patung di bagian depan, tetapi tidak sebanyak pada gereja-gereja klasik kuno, pada konstruksinya pun berbeda tidak berupa pahatan batu melainkan dari beton cor.
Sampai sekarang dan masa akan datang, beton bertulang masih akan menjadi bahan bangunan terpenting, karna dengan perpaduan dua bahan beton dan baja, ia dapat menahan beban besar dengan ukuran dimensi yang kecil. (dikutip dari majalah asri, desember 1996)
Heritage : Paris
Paris, Perancis merupakan salah satu kota terindah di dunia, tempat yang terkenal karena ke-elegan dan gayanya. Tapi sejarah Paris tidak terletak pada cafenya yang modis atau jalan yang rindang. Kisahnya tersembunyi dalam lorong-lorong belakang. Terlupakan dalam gudang anggur, terkubur dalam pemakaman umum.
Ini kisah arsitektur yang menakjubkan dan usaha ilmiyah melindungi kota dari kehancuran. Ketika Paris terancam oleh perang, penduduk paris membangun pertahanan yang fenomenal. Ketika sungai kota terancam akan kering, penduduk Paris membuatnya tetap mengalir. Ketika kota Paris terancam oleh revolusi, penduduk paris merancang ulang setiap jalan utama dan lapangan untuk memastikan itu takkan terulang. Walaupun terdapat ancaman itu, paris tetap bertahan dan makmur malalui beberapa masa berkat sumber teknologi yang banyak.
Paris dibangun oleh penduduknya, dipertahankan oleh kecerdikan mereka.
WE BUILT THIS CITY (PARIS) Part 1
Benteng Pertahanan Paris
Paris, ibukota Perancis, terletak dipusat Eropa. Dengan monumen, galeri dan museum ia menjadi salah satu tujuan turis paling populer. Tapi coba kita perhatikan sekali lagi, paris tidak seperti kelihatannya. Kota ini tidak bisa tumbuh meluas karena geografinya. Ia dikelilingi oleh perbukitan dan sungai Seine. Kota ini tidak bisa tumbuh keatas karena geologinya. Sebagian bebatuan dibawah jalan terlalu rapuh untuk menahan berat gedung pencakar langit.
Kisah kota paris adalah tentang seni arsitektur dan ilmu pengetahuan dalam usaha melestarikan sebuah kota dilakukan tidak seperti kota lainnya.
Pada abad ke-3 SM, Parisi, sebuah suku Celtic Gauls, membangun benteng pertahanan pada penghalang alami, yaitu sebuah pulau di sungai Seine. Benteng desa mereka menjauhkan penyerang hingga tahun 58 SM pada masa kedatangan orang Romawi. Orang romawi menyebut tempat tinggal baru mereka ”Lutecia” yaitu ”tanah berawa”. Mereka mengubahnya menjadi seperti kota Romawi dengan jembatan yang menghubungkan pulau dengan kedua tepian sungai Seine. Mereka memperluas desa Paris hingga ke tepi kiri sungai. Saat ini masih dikenal sebagai latin Quarter.
Florence Saragoza spesialisasi dalam sejarah Romawi mengatakan bahwa Orang Romawi adalah perancang pertama kota Paris, karena mereka tahu bagaimana mereka mengeksploitasi alamnya dengan sempurna. Tempat tinggal baru ini melebar keatas tepi kiri sungai, jauh dari sungai dan banjir yang melanda area itu ketika masa itu.
Tak lama kemudian Paris-Romawi memamerkan semua hasil karya dari kerajaannya yang meluas. Beberapa masih ada sampai saat ini. Lutecia adalah kota kecil dalam kerajaan Romawi, tetapi memiliki bangunan berarsitektur kota Romawi termasuk permandian. Paris-Romawi mungkin kecil tapi makmur. 2.000 tahun lalu disinilah teknologi canggih mereka terbukti, dengan adanya permandian kaum elite. Hingga 500 orang per hari datang kesini untuk mandi dan berbisnis.
Saat itu dinding ini tersebut ditutupi oleh marmer sebagai hiasan permandian. Ruang ini merupakan ruangan yang megah dan permandian umum kerajaan Romawi ini adalah tempat sosial yang penting. Orang datang kesini untuk mandi dan juga untuk saling bertemu mendiskusikan banyak hal atau hanya menghabiskan waktu.
Bangunan ini sangat besar, menunjukkan kekayaan dan kemewahan kota romawi kuno. Walaupun jauh dari pengawalan dan belum menjadi ibukota, 6.000 orang tinggal disini. Romawi membangun jalan, rumah, arena dan menyelenggarakan hiburan.Yang saat ini sebagai tempat parkir di pusat kota Paris-Romawi. Ahli arkeolog menemukan bukti bahwa gladiator pernah bertarung melawan singa dan beruang, terkurung dan kelaparan di balik jeruji. Dipenuhi oleh 15.000 penonton yang bergairah.
Tapi Paris-Romawi tak bertahan lama. Tahun 481 Masehi, kota ini dikuasai oleh suku Eropa Tengah, Franks. Nenek moyang orang Perancis Modern. 600 tahun kemudian Paris berkembang. Dengan lebih banyak jembatan dan jalan ia menjadi pusat perdagangan penting, membuatnya rentan untuk diserang. Bangsa Viking dan bangsa Inggris bergiliran menjadi ancaman.
Sebelum abad 13 Raja Philippe Auguste seorang insinyur menemukan solusi sederhana pertahanan Paris, sebuah dinding. Saat ini di taman belakang dan gang-gang di seluruh Paris, jejak proyek bangunan Philippe Auguste bisa ditemukan. Dinding bermenara 67 adalah proyek ambisius mengelilingi kota seluas 675 are. Disitu kita bisa melihat dengan jelas sudah sedikit diperbaiki, kita bisa melihat batu bata diatasnya. Itu adalah menara tertua dari tahun 1.200, salah satu menara Philippe Auguste.
Ahli sejarah Ranud Gagneux, dalam perburuan mencari peninggalan dinding Raja Philippe, membawa Gagneux ketempat-tempat tak terduga, seperti di salah satu taman biara. Ini merupakan peninggalan yang masih bagus dan memiliki bentuk spesial. Terlihat pada turunan bukit yang dapat dipastikan dibangun sangat cepat. Dinding tersebut dibangun dengan batu yang dipotong walaupun tidak sama. Disebagian wilayah Paris dinding tersebut tersembunyi atau hancur. Tapi ditempat lain masih bisa dilihat ukuran sesungguhnya. Kita bias melihat bagian diding dengan sangat jelas, merupakan salah satu dinding yang terlestarikan dengan baik. Dengan susah payah dibangun dengan tangan mengunakan batu kapur, dinding ini adalah struktur yang mengesankan, dengan ketinggian 32 kaki dan ketebalan 8 kaki. Tiap 50 yard berdiri menara pengawas yang mengagumkan. Seperti yang dijelaskan Gagneix dinding Philippe Auguste dibuat untuk bertahan selamanya.
Mereka membangun dinding yang pertama dengan batu yang dipotong seperti yang kita lihat pada menara itu. Lalu mereka membangun dinding lain yang terpisah. Lalu ditengahnya mereka menimbun apa saja, seperti reruntuhan, dengan kata lain bebatuan kasar, batu bata, apa saja yang bisa dipakai.
Gagneux menemukan satu bagian dinding lain tersembungi dibalik gedung apartemen.Ia memberikan bukti vital tetang bagaimana dinding tersebut dibangun. Kota Paris diamankan oleh dinding menakjubkan.
Philippe Auguste lalu membangun benteng terhebat bagi dirinya. Saat ini yang masih tertinggal dari bentengnya adalah bagian kecil yang terlestarikan dibawah Museum Louvre yang terkenal. Pada zamannya itu merupakan bangunan terbesar di Paris. Pertahanan terakhir dalam dinding Philippe Auguste yang mengelilingi Paris. Pusat dari Bentengnya adalah Menara bergaris tengah 150 kaki dan mancapai ketinggian 100 kaki.
Ketika Philippe Auguste wafat tahun 1223, Paris mencapi luas lebih dari 600 are. Tertarik oleh dinding pelindung, orang-orang berdatangan ke kota. Pada akhir abad ke-13 Paris adalah kota terbesar di Eropa Barat. 300.000 orang yang tinggal dibalik dindingnya akan segera menghadapi musuh dari dalam.... Kekeringan.... (bersambung)
WE BUILT THIS CITY (PARIS) Part 2
Pasokan air di Paris mengalami masalah
Kota Paris yang megah menggantungkan kelangsungan hidupnya pada karya bangunan yang kompleks, sebagian besar tersembunyi dari pengelihatan. Pada abad ke-13 tertarik oleh prospek pekerjaan dan kekayaan lebih dari 300000 oreng berjejalan dalam jalan kumuh Paris. Tidak seperti ini pada abad pertengahan, sungai Seine mengering pada musim panas. Tapi itu satu-satunya sumber air dan dan airnya kotor serta berpolusi. Paris mulai kekurangan air minum.
Tersembunyi dibalik apartemen kota berdiri menara berbentuk bel. Ini adalah gerbang menuju bangunan abad pertengahan yang menakjubkan. Jaringan saluran air, 20 kaki dibawah tanah. Pendeta abad pertengahan membangun saluran air. Setengah mil dari sistem mereka, masih utuh sampai saat ini. Para pendeta ini telah menemukan sumber mata air dan dengan cerdik mengumpulkan, menyaring, dan mengirimnya sepanjang terowongan bawah tanah menuju pusat kota Paris.
Ini merupkan salah satu saluran air dalam lubang galian. Terdapat mata air diatas atap lubang galian. Jadi, dari saluran air tersebut air jatuh langsung kedalam lubang galian. Air dikumpulkan dan mengalir turun sampai ke ujung dimana air akan mengalir ke bukit. Lubang galian digerakkan oleh kekuatan tertua, gravitasi. Air yang mangalir jatuh kekai tangga dan memberi udra di dalam air. Pada saat yang bersamaan terpecah sebelum masuk kedalam lubang galian. Dipuncaknya ratusan ribu galon mengaliri lubang galian tiap hari dan memasuki mata air di pusat kota Paris. Jalan sekitar masih mengikuti jalur lubang galian abad pertengahan.
Selain air hujan, paris juga memanfaatkan air dari sungai Seine yang tersedia bagi penduduk Paris selama hampir 5 abad. Hal ini dikarenakan air dari lubang galian tidak cukup bagi kota yang sedang berkembang. Kekurangan air terus melanda Paris selama ratusan tahun kemudian. Pada akhir abad ke-18 Paris masih bergantung pada air sungai Seine.
Tahun 1815 pihak yang berwenang memutuskan sesuatu yang radikal harus dilakukan. Mereka memerintahkan seorang pria ahli mesin Louis Dominique Girard untuk menyelesaikan masalah air di Perancis. Jalan keluar yang diambil adalah Inspirasional dan jenius. Idenya tersebut mampu mempertahankan sungai Seine tetap mengalir sampai saat ini.
Dipedesaan sebelah timur Paris, banyak terdapat sumber air, tetapi tidak mengalir ke Perancis. Bagaimana cara menghubungkan ke kota yang jaraknya 60 mil? Kanal merupakan jawaban yang tepat. Sebuah kanal menghubungkan sungai ini dengan sungai Seine di pusat kota Paris. Kanal akan memasok air bersih dan mengarahkan tongkang yang mengangkut makanan dan kayu ke pusat kota Paris. Kanal tersebut terbentang sepanjang 60 mil melalui pedesaan dan memasuki daerah perkotaan di timur Paris, mengalirkan air yang dibutuhkan. Air diarahkan menuju kolam di pusat kota. Tanpa kanal dan jaringan kunci, sungai Seine sebagai pembuluh arteri yang mengaliri jantung Paris, pasti hampir kering.
Pada abad pertengahan, kurangnya air hanyalah salah satu masalah yang dihadapi Paris. Dibawah pemerintahan yang baru Paris menjadi ibukota Perancis. Orang-orang berdatangan mencari pekerjaan dan kekayaan. Tahun 1589 paris penuh sesak dan terlalu padat. Jalan yang sempit tidak mampu menampungnya. Sementara kota menjadi jalan buntu, sangat jelas bahwa Paris membutuhkan jalur sungai yang baru. Raja Henry IV memerintahkan membangun jembatan. Namanya ”Pont Neuf” yang berarti jembatan baru. Merupakan jembatan pertama yang terbuat dari batu untuk menyeberangi sungai Seine. Saat ini jembatan tersebut merupakan jembatan tertua di Perancis, tapi pada masanya jembatan tersebut merupakan bangunan yang megah. Saat ini Paris membanggakan 36 jalan, jalur kereta dan jembatan yang merentang di sungai Seine.
Berjalan disungai Seine seakan mengikuti sejarah jembatan. Selain Pont Neuf terdapat pula jembatan modern yang ramping yang bernama Solferino. Jembatan tersebut bisa berdiri karena jembatan tersebut merupakan lengkungan tunggal yang terbuat dari baja sepanjang 110 yard lebih. Di abad ke-16 pembuat jembatan tidak memiliki teknogi modern seperti ini.Tetapi mereka sama jeniusnya, Pont Neuf terdiri dari 12 lengkungan dengan panjang 300 yard. Ia menghubungkan kedua tepi sungai dengan pulau di tengahnya, pusat kota Paris yang lama, lle de la cite. Karena beratnya batu, mereka harus membenamkan pondasi lebih dalam. Bukan ditepi sungai seperti pada jembatan Solferino saat ini, tetapi langsung didasar sungai. Pada masa itu, saat musim panas sungai Seine mengering, selama musim panas tersebut pondasi dibuat, dengan begitu pembangunan jembatan pada dasar sungai akan lebih mudah.
Pont Neuf terbuat dari batu kapur. Batu kapur yang membentuk Pont Neuf tidak berasal dari galian di luar kota Paris. Dalam pencarian batu, penduduk kota menggali pusat kota mereka, meninggalkan lorong-lorong dibawah tanah yang membingungkan. Batu kapur berasal dari endapan air laut 46 juta tahun yang lalu, ketika Paris masih berada di bawah laut. Air laut surut dan meninggalkan lapisan batu. Karena asalnya dari laut, batu ini keras dan tahan air. Jembatan tersebut selesai dibangun dengan memakan waktu 30 tahun dan tetap bertahan sampai lebih dari 400 tahun. Ini merupakan bukti keahlian membangun pada zaman Renaissance.
Paris termasuk salah satu kota unik di dunia karena banyak bangunannya dibuat dengan menggunakan batu kapur yang berasal dari bawah kotanya.



Teman – teman kita seakan juga tidak mau kalah untuk berbuat baik, semampunya. Beberapa dari teman kita ( kira – kira berjumlah 30 an mahasiswa) menjadi tim relawan pendata kerusakan rumah di Klaten. Bersama dengan mahasiswa Arsitektur UMS dan mahasiswa Teknik Sipil UNS.
Pendataan yang dilakukan mahasiswa ”hanya” selama satu minggu. Berlokasi di kecamatan Juwiring dan Wedi. Banyak pengalaman tak terlupakan, beberapa mungkin pertama kali merasa shock melihat rumah yang rata dengan tanah. Salah seorang mahasiswa menuliskan pengalamannya disini


Semua bisa dilakukan untuk meringankan beban penderitaan sesama. Teman - teman kita bersama HMA mendesain ulang pin dan menjualnya dengan harga minimal Rp 3000. Lebih tepatnya, menukar pin kepada penyumbang yang memberi sumbangan minimal Rp3000. Para "sales" pin disebar di beberapa titik, misalnya "blusukan" ke kantin - kantin fakultas di UNS..
Hasil yang didapat cukup menggelembungkan pundi - pundi sumbangan..



donasi buku oleh alumni angkatan 1999 sekaligus diskusi dengan tema "mempelajari kembali dasar arsitektur" dilangsungkan di kanopi. Beberapa alumni angkatan 99 yang datang antara lain Rafael dan Hilman..
Buku yg didonasikan alumni 99 adalah ;
- relativitas , adi purnomo
- ind. Architecture now
- tibet di otak, y antar
- lupa.. hehe ( total 4 buku )
Juga dibahas tentang rencana pembuatan "ruang baca" bagi mahasiswa. Selama ini ada yang berpendapat, buku - buku bagus yang ada di jurusan tidak dapat diakses oleh mahasiswa..
Kita tunggu realisasinya..
Sebaliknya, kalian wahai mahasiswa juga harus lebih cakap berbahasa Inggris. prepare urself..they say it's global era, dude !
Para peserta diskusi dari mahasiswa terbilang sedikit, pada waktu itu banyak peserta diskusi khususnya dari Klaten dan Jogja yang cukup panik mengklarifikasi kabar anggota keluarga. Beberapa meninggalkan tempat diskusi.Apalagi ada kabar burung gelombang tsunami telah menerjang Bantul..#siapa yang membikin isu ini? tangkapp !!#


